Film Pendek Indonesia Raih Penghargaan Itff Di Bulgaria

Film Pendek Indonesia Raih Penghargaan Itff Di Bulgaria

Selain itu, penghargaan yang diperoleh seperti Piala Dewantara kategori ‘Film Cerita Panjang Bioskop’ dalam Apresiasi Film Indonesia 2016. Salawaku berhasil diputar pertama kali dalam ajang Tokyo International Film Festival 2016.

Salah satu bentuk perkembangannya juga adanya Piala Vidia untuk film televisi. Bumi Manusia, Dua Garis Biru, dan Kucumbu Tubuh Indahku sama-sama memimpin dengan jumlah perolehan 12 nominasi, diikuti 27 Steps of May, Bebas, dan Gundala yang sama-sama memperoleh 9 nominasi, serta Keluarga Cemara dengan 6 nominasi. Festival kali ini mencatatkan rekor dalam sejarah Festival Film Indonesia dengan pencapaian film nominasi terbanyak diisi 3 film ; serta film nominasi terbanyak diisi 3 film dan diikuti juga oleh 3 film di belakangnya.

Sebuah maha karya dari Angga Dwimas Sasongko, film ini berpusat pada karakter Sani Tawainella , yang melatih sepak bola untuk anak laki-laki daerah di tengah konflik Islam dan Kristen di Maluku. Selain itu diberikan juga penghargaan untuk Film Dokumenter Terbaik, Film Pendek Terbaik dan Film Animasi Terbaik. FFI juga sering memberikan penghargaan khusus untuk kategori yang berbeda-beda dalam setiap penyelenggaraannya. Pada tahun 1966, mulai diberikan Piala Citra kepada pemenang penghargaan. Piala Citra yang dipergunakan hingga FFI 2007 ini merupakan hasil rancangan dari seniman patung Gregorius Sidharta. Ketika FFI yang semula diselenggarakan Yayasan Film Indonesia diambil alih oleh pemerintah, tahun 1979, Piala Citra pun disahkan oleh Menteri Penerangan Republik Indonesia, Ali Murtopo. Pada tahap awal , dibentuk kelompok dewan juri sesuai dengan keahlian masing-masing bidang.

Festival Film Indonesia

Selain itu, di Festival Film Bandung 2019, film ini pun memboyong tiga piala sekaligus untuk Film Bioskop Terpuji, Penulis Skenario Terpuji, serta Penata Artistik Terpuji. Namun, ada juga tidak semua film kontorversial Indonesia itu buruk dan tidak layak ditonton atau mendapatkan penghargaan. Selain itu, film Makmum karya sutradara Hadrah Daeng ini laris manis di Malaysia sepanjang . Bahkan, meraup keuntungan hingga 7,15 juta ringgit (sekitar Rp 19.5 miliar) selama 25 hari penayangan.

Film ini mengusung Iko Uwais, seorang laki-laki dari Minangkabau yang sangat ahli bermain silat. Sebagai bagian dari tradisi, dia diharuskan lapak nonton film online untuk meninggalkan keluarganya demi mencari eksistensi dirinya di keserabutan kota Jakarta. Film ini memenangi Jury Award for Best Film pada ActionFest, North Carolina di 2010 lalu.

Semoga penghargaan ini dapat menjadi acuan untuk melanjutkan kontribusi kami kepada masyarakat Indonesia,” ujar Harris Fadhillah, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia melalui siaran resminya, belum lama ini. Penghargaan tersebut diberikan di depan hampir 200 delegasi negara-negara anggota FAO. Dalam acara penghargaan ini, hadir 11 presiden, sejumlah perdana menteri dan sekitar 100 menteri dari berbagai negara. Para presiden yang hadir, diantaranya dari Venezuela, Ghana, Benin, Georgia, Honduras, Togo, Panama. Penghargaan tersebut diserahkan di Roma, Italia pada Minggu (16/6/2013) kemarin oleh Direktur Jenderal FAO, Graziano da Silva . Menko Perekonomian Hatta Rajasa mewakili pemerintah Indonesia untuk menerima penghargaan tersebut.

Acara yang dikenal juga dengan FFD Yogyakarta ini menjadi festival untuk film dokumenter pertama di Asia Tenggara loh. FFD Yogyakarta mengundang audiens dan pengunjungnya untuk belajar tentang film dokumenter. Kiprah ajang ini cukup dinamis loh, nggak cuma dari namanya saja yang berubah. Pada 1992 juga FFI sempat terhenti dan baru kembali diadakan pada 2004.

Dewa Dayana Ingin Memperluas Cakrawala Melalui Film ‘yang Tak Tergantikan’

Dewan Juri Tahap I ini hanya menilai bidang tertentu saja, misalnya, editing atau musik. Hasil penilaian juri tahap awal ini dikirim langsung ke akuntan publik, yang kemudian melakukan rekapitulasi. Hasil rekapitulasi dari tiap-tiap kelompok dewan juri ini menghasilkan nominasi. FFI sempat terhenti pada tahun 1992, dan baru diselenggarakan kembali tahun 2004. Pada perkembangannya, diberikan juga penghargaan Piala Vidia untuk film televisi. Seperti halnya di tahun 2020, saat pandemi Covid-19 terjadi di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Namun, pihak produksi film tetap menayangkan film ‘Makmum’ di bioskop sesuai dengan jadwal semula.

penghargaan film indonesia

Makmum sukses mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia di Indoensia. Bercerita tentang Juno, seorang penari lengger yang memiliki sisi maskulin dan feminisme dalam dirinya.

Pantau terus @NetflixID untuk mengetahui keseruan yang akan hadir pada tanggal 30 Maret. tirto.id – Setiap tahun film-film lokal Indonesia semakin diakui di kancah global. Hal ini membuktikan bahwa industri perfilman Indonesia semakin berkembang. Film Indonesia lain yang masuk dalam jajaran film berkualitas di dunia adalah Merantau.

Unggah Foto Lee Min Ho Bermasker Di Acara Tv, Dokter Tirta Sindir Siapa?

Festival Film Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955 dan berlanjut pada tahun 1960 dan 1967 , sebelum akhirnya mulai diselenggarakan secara teratur pada tahun 1973. “Penghargaan ini sangat berarti bagi PT Ajinomoto Indonesia sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan, dan kami sebagai karyawan merasa bangga atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah melalui BAZNAS.

Bercerita tentang Juno, si penari lengger yang memiliki sisi maskulin dan feminisme dalam dirinya. Di Festival Film Bandung 2019, film ini pun memboyong tiga piala sekaligus untuk Film Bioskop Terpuji, Penulis Skenario Terpuji, serta Penata Artistik Terpuji. Jakarta, Insertlive – Film Indonesiasaat ini tidak bisa lagi diremehkan. Pasalnya sudah banyak sekali film-film karya sineas anak bangsa yang sudah meraih sukses dan membuat harum namaIndonesia di luar negeri.

We have a talented team responsible for developing our services and eusuring client satisfaction